Lihat detail
Kosongkan belanja
Selesai belanja


0 pcs
Rp. 0

Cari Produk :
PAYLESS SHOP! NEW!
Login ke webmail B2B
Newsletter! NEW!
Daftar Online Anggota
FAQ
Kontak Kami
Kode Anggota (7 digit)
Password
Lupa password? Bantuan?
Alamat Email
Password
Lupa password? Bantuan?
+ 21 Juni 2008
LAPORAN & RESPON PELAYANAN SELAMA BULAN JANUARI-MEI 2008)
Inilah Berita Ladang Tuhan yang kami rangkum dalam pelayanan keliling Indonesia :   Kegi ...

  Lihat semua berita
+ 4 April 2004
JUDULX
isix ...
+ 2 Februari 2000
JUDUL
isi ...

  Lihat semua artikel
Untuk sementara,
belum ada kegiatan yang akan datang

  Lihat semua kegiatan
 
21 Juni 2008
LAPORAN & RESPON PELAYANAN SELAMA BULAN JANUARI-MEI 2008)

Inilah Berita Ladang Tuhan yang kami rangkum dalam pelayanan keliling Indonesia :

 

Kegiatan Pelayanan

Januari:

  • Januari 21: GBI - Temanggung
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 150 orang.
  • Januari 22: GBI Alethea - Yogyakarta
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 800 orang.
  • Januari 23: GBI Alethea - Magelang
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 70 orang.
  • Januari 24: Salatiga
    • Jam 10.00 di Father's House: Rapat Konas Pro-life dan Tentmaker ke-1, dihadiri wakil dari 3 kota (Salatiga, Yogyakarta, Surabaya).

Februari:

  • Februari 2: GKY Cimone - Jakarta
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 70 orang.
  • Februari 11: JKI Bukit Zion - Surabaya
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 200 orang utusan gereja.
  • Februari 15: GKT 3 - Malang
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 150 orang utusan gereja.
  • Februari 16: GBI - Malang
    • Presentasi B2B, dihadiri 25 orang.
  • Februari 23: GPPS - Surabaya
    • Seminar Aborsi, dihadiri 30 orang.
  • Februari 27: GKA Elyon (Komisi Wanita) - Surabaya
    • Bedah Film ITNOJ, dihadiri 40 orang.

Maret:

  • Maret 4: GIA - Kebumen
    • Jam 10: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 30 orang pendeta-penginjil Garis Depan.
  • Maret 5: GIA Ngipig - Temang gung
    • Jam 11: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 200 orang pendeta-penginjil Garis Depan.
  • Maret 6: Purworejo
    • Pagi: Bedah Film ITNOJ dan B2B, dihadiri 40 orang pendeta-penginjil Garis Depan.
    • Sore: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 100 orang.
  • Maret 9: Purworejo
    • Seminar Media (Menjinakkan Televisi), dihadiri 100 orang.
  • Maret 10: GBI Alethea - Magelang
    • Jam 10.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 30 orang pendeta-penginjil Garis Depan.
    • Jam 19.00: Presentasi B2B di desa Salatiga, dihadiri 9 orang.
  • Maret 11: Salatiga (retreat)
    • Jam 16.45 - 19.00: Seminar Aborsi, dihadiri 200 orang.
  • Maret 12: Salatiga (retreat)
    • Jam 10.30 - 12.30: Presentasi B2B, dihadiri 200 orang.
  • Maret 13: Salatiga
    • Jam 10.00 di Father's House: Rapat Konas Pro-life dan Tentmaker ke-2, dihadiri 15 orang (wakil dari 4 kota-Salatiga, Yogya, Semarang, Surabaya).
    • Jam 18.00 di GBI Johar: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 260 orang
  • Maret 14:
    • Jam 9.00-12.00 di Father's House - Salatiga: Seminar Aborsi bersama Dr. Budi (Solo) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Salatiga.
    • Jam 18.00 di GBI Gajah Mada - Semarang: Bedah Film ITNOJ, dihadiri 800 orang.
  • Maret 19:
    • Jam 16.30 Pemutaran Film ITNOJ di Komisi wanita GKA Elyon - Surabaya, 40 orang.
  • Maret 24: jam 17.00 Bedah Film ITNOJ bersama BAMAG Madiun di GSPII Madiun, sekitar 50 hamba Tuhan.
  • Maret 26: jam 19.30-22.00 Bedah Film ITNOJ di Gereja Bethany - Jakarta
  • Maret 27: jam 19.30-22.00 Seminar Tentmaker dan Presentasi B2B di Gereja Bethany - Jakarta

April

  • April 3 : GBI Tabqha - Batam
    • Jam 19.00 - 21.30: Bedah Film ITNOJ, dihadiri kelompok cell-group dengan jumlah lebih dari 1000 orang.
  • April 4: Batam
    • Bertemu dengan Pdt. Agus Abraham - GBI Rock dan Pdt. Suwignyo - Gereja Bethany, sharing tentang Bedah Film ITNOJ dan Pro-Life.
  • April 5: Gereja Tabernakel Indonesia - Batam
    • Jam 19.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 30 orang
  • April 6: Batam
    • Jam 10.00: Bedah Film ITNOJ di GBI Bengkong Tengah, dihadiri sekitar 60-70 orang.
    • Jam 19.00: Seminar Tentmaker + Presentasi B2B di GSJA, dihadiri sekitar 50 orang.
  • April 7: GPI Epikaleo - Batam
    • Jam 9.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 25 pendeta & hamba Tuhan.
    • Jam 19.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 350 orang.
  • April 9: GSJA Maranatha - Palembang
    • Jam 18.30: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 200 orang.
  • April 10: GSJA Maranatha - Palembang
    • Jam 18.30: Presentasi B2B, dihadiri 10 orang.
  • April 11: GSJA Samhin - Bangka (daerah terpencil)
    • Jam 19.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 30 orang
  • April 12: GSJA Samhin - Bangka (daerah terpencil)
    • Jam 10.30 - 12.30 : Bedah Film ITNOJ untuk Persekutuan Hamba Tuhan se Bangka, dihadiri sekitar 20 orang.
    • Jam 13.30 - 15.00: Memperkenalkan pelayanan Pro-life untuk Persekutuan Hamba Tuhan se Bangka, dihadiri sekitar 20 orang.
    • Jam 19.00: Pemutaran film The Cross, dihadiri sekitar 15 orang.
  • April 13: Bangka (daerah terpencil)
    • Jam 8.30 - 9.40: Khotbah (Maz. 23) di GSJA Pangkal Pinang, dihadiri sekitar 20 orang.
    • Jam 10.30 - 13.00: Seminar Pro-Life di GSJA Samhin, dihadiri sekitar 20 orang.
    • Jam 17.00 - 19.30: Seminar Tentmaker dan Presentasi B2B di GPdI Pangkul, dihadiri sekitar 30 orang.

    Tantangan yang diberikan:
    • Pada yang pernah melakukan aborsi, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
    • Mendoakan hubungan orang tua dan anak yang tidak baik akibat rasa tertolak (orang tua pernah mau melakukan aborsi tetapi gagal).
    • Jemaat yang menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi anggota Pro-Life.

    Dalam session tantangan ini, ada 2 orang yang mengangkat tangan. Seusai kebaktian, dilanjutkan dengan Perjamuan Kasih, dalam kesempatan tsb kami sempat bertemu dengan Ibu Vivi (calon walikota Bangka)
  • April 14: Jam 19.00: Mengikuti acara pembubaran panitia Natal dan KKR di Bangka yang diadakan oleh Kepala Dandim Bangka (seorang anak Tuhan). Dalam kesempatan tsb, kami diberi waktu 10 menit untuk mensharingkan Gerakan Pro-Life di Indonesia dihadapan pendeta-pendeta Bangka se kota dan mereka memberi respon yang sangat positif, sehingga di waktu dekat direncanakan akan diadakan Seminar Pro-Life dan Malam Puji dan Saksi, serta Pemutaran film aborsi se kota. Waktu yang direncanakan adalah akhir Agustus awal September 2008, dihadiri sekitar 40 hamba Tuhan se Bangka.
  • April 25: GPdI Ujung Menteng - Jakarta
    • Jam 19.00: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 70 orang. Ada 60 % jemaat yang sudah pernah dikunjungi dan diajak berdiskusi oleh pengikut SSY.
  • April 26: GSJA Jelambar Baru - Jakarta
    • Jam 09.00 - 14.00 (2 session, dilanjutkan dengan tanya jawab): Seminar Media, dihadiri sekitar 30 orang.
  • April 27: Gekari Terang Bagi Bangsa - Jakarta
    • Jam 10.00 - 12.30: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar 100 - 120 orang. Ada 30 % jemaat yang sudah pernah dikunjungi dan diajak berdiskusi oleh pengikut SSY.
  • April 28: Bertemu dengan beberapa tokoh Kristen (Ibu Rastiti- wartawan senior majalah TEMPO; Bonar Simangunsong; HBL. Mantiri; Mayjen. Monang Siburian; Bp. Kornelius; Mayjen. Pranowo; Bp. Robinson Nainggolan-Ketua Harian PGPI) di Jakarta untuk memvisualisasikan gerakan SSY dan mengajak mereka membuat suatu pernyataan sikap untuk meminta Dept. Agama, pimpinan masyarakat Kristen Protestan untuk mengeluarkan SSY dan Mormon dari kelompok Kristen.
  • April 29: GBI Basilea - Jakarta
    • Presentasi B2B, dihadiri oleh sekitar 20 orang. Program Media Digital Center (MDC) yang kami tawarkan pada mereka mendapat respon yang sangat baik karena dapat mereka manfaatkan untuk perkembangan pelayanan mereka masing-masing.
  • April 30: GKY Citra - Jakarta
    • Jam 19.30: Bedah Film ITNOJ, dihadiri sekitar lebih dari 100 orang. Ada 30 % jemaat yang sudah pernah dikunjungi dan diajak berdiskusi oleh pengikut SSY. Sayang waktu yang diberikan sangat terbatas, hanya maks. 1 jam.

Mei

  • Mei 1 : Jakarta
    • Jam 07.30: Bedah Film ITNOJ di GPKDI Jelambar, dihadiri sekitar 600 orang. Ada 40 % jemaat yang sudah pernah dikunjungi dan diajak berdiskusi oleh pengikut SSY.
    • Jam 10.00: Bedah Film ITNOJ di GPKDI Taman Surya, dihadiri sekitar 100 orang. Ada 30 % jemaat yang sudah pernah dikunjungi dan diajak berdiskusi oleh pengikut SSY.

 

BERBAGAI RESPON YANG KAMI TERIMA  

Bedah Film In The Name Of Jehovah.

  • SIDOARJO: BAMAG Sidoarjo mengundang kami untuk pre sentasi dan mereka memberikan masukkan bahwa SSY meminta rekomendasi dari BAMAG Sidoarjo guna membuka sekolah Alkitab mereka di Sidoarjo.
  • SIDOARJO: Seorang Pendeta berkata: "Di daerah saya (pinggiran Sidoarjo) ada 4 gereja yang diresolusi oleh masyarakat yang meminta agar ijin ke 4 gereja tersebut dicabut dengan tuduhan melakukan Kristenisasi dari rumah ke rumah. Setelah diselidiki, ternyata ini ulah dari para anggota SSY yang bergerak memakai nama Kristen".
  • PALANGKARAYA: Seorang kawan memberitahukan bahwa gedung pertemuan SSY (=Balai-2 Kerajaan) di Palangkaraya baru saja diresmikan. Gedungnya cukup megah dan mewah, terletak di pusat kota, di tepi jalan besar.
  • SORONG: "Oh, kalau di Sorong, SSY sudah umum dan berkembang luas sejak tahun ''80 an dan diterima masyarakat seperti denominasi kristen lainnya".
  • NABIRE: "Di dalam pemetaan target kerja SSY, tanah Papua adalah target utama mereka karena ada banyak jemaat Kristen yang masih belum dimuridkan dengan baik." (Pdt. Daniel Alexander).
  • JAYAPURA: "Gerakan SSY di Papua/Jayapura umumnya berkembang sudah lama sejak tahun 80-an - saya heran dengan perkembangannya yang sangat pesat. SSY bergerak dari rumah ke rumah terutama mencari kelompok yang terabaikan oleh gereja (yang sakit, cacat, miskin). Orang Kristen di Papua belum begitu tahu benar apa itu SSY karena mereka pikir SSY = Kristen lainnya di Papua. Mereka bergerak dengan cara-cara yang menarik dengan bantuan keuangan bagi yang sakit juga memberikan beasiswa bagi putra-putri di Papua". (Pdm. Septinus Feree).
  • MALANG: "Anggota SSY yang berduit membuka lapangan kerja dengan iming-iming gaji lebih besar jika ada pekerja Kristen nya yang mau ikut kebaktian SSY" (Penginjil Sofyan)
  • SURABAYA: "Mereka menawarkan Bible Study gratis terutama kepada kaum ibu yang terlalu sibuk untuk pergi ke gereja diluar hari Minggu. Dalam pelayanan kunjungan yang saya lakukan, 3 kali saya bertemu dengan SSY ketika sedang menawarkan ajaran mereka di rumah jemaat yang saya kunjungi". (Pdt. Antonia)
  • MADIUN: Pada waktu b edah film ITNOJ diadakan di GSPII Madiun ternyata ada 2 orang SSY ikut hadir. Mereka hanya bertahan sekitar 30 menit lalu segera berdiri keluar dari tempat pertemuan "Kami pernah memenangkan beberapa SSY namun entah kenapa hanya beberapa lama mereka balik ke SSY lagi. Semenjak di legalkan pergerakan mereka semakin militan, salah seorang pengabar aktif mereka adalah orang buta. Pusat kegiatan SSY Madiun ada di sekitar jl. Diponegoro dan jl. Dr. Sutomo" Pdt SM.
  • MADIUN: "Karena sungkan, saya pernah membuka pintu rumah saya bagi SSY, semenjak itu mereka terus mengejar saya untuk memperkenalkan ajaran mereka. Meskipun saya beralasan sibuk mereka tetap mau bertemu saya biar malam sekalipun."
  • MADIUN: "Saya pernah diajak mengikuti kebaktian tahunan mereka. Karena ingin tahu saya mau pergi bersama anak saya ke balai kerajaan mereka. Sepintas semuanya terlihat sama dengan gereja pada umumnya tetapi doanya hanya tertuju pada Yehuwa dan ketika perjamuan kudus tidak ada yang mengambil hanya di edarkan dari tangan ke tangan mulai dari depan sampai belakang"
  • MADIUN: "SSY sangat militan, mereka berhasil mendapatkan anggota dari hampir semua gereja di Madiun. Bahkan salah satu orang terkaya di Madiun sekarang menjadi pengikut mereka"
  • SEMARANG: "Beberapa hari yang lalu, baru saja ada pertemuan akbar SSY di Semarang, dan saya membaca dari berita ada beberapa orang dibaptis. Semula saya menertawakannya karena jumlahnya sedikit. Tapi lewat presentasi ITNOJ ini saya baru sadar bahwa baptis SSY adalah tanda pengesahan mereka sebagai pengabar (istilah kita: penginjil)." ( Pdt. NS )
  • YOGYAKARTA : "Salah satu kelebihan dari SSY adalah mereka mau menawarkan Bible Study gratis di rumah orang-orang Kristen yang terlalu sibuk untuk pergi ke gereja. Biarpun pesertanya hanya 2-3 orang saja mereka siap melayani. Ayo .......apa ada pendeta dari gereja kita yang mau beri Bible Study gratis di rumah-rumah jemaat?" (Pdt. Ishak Sugianto)
  • PURWOREJO: "Pusat kegiatan mereka untuk Kab. Kebumen dan Purworejo adalah di Gombong dan mereka tidak segan untuk menawarkan ajaran mereka bahkan pada pendeta sekalipun. SSY meminta rekomendasi BAMAG untuk mendirikan gedung pertemuan di tengah kota Purworejo dengan kapasitas 5000 orang". (Pdt. Budi)
  • PURWOREJO: "Saya dkk sekolah guru agama Kristen, SSY datang mengajak kami berdiskusi. Sudah 6x kami hadapi secara berkelompok dan 4x saya hadapi sendiri, mereka rajin dan ulet, saya diberi majalah Menara Pengawal dan Alkitab mereka dalam 2 bahasa, Indonesia dan Inggris. Salah satu pusat kegiatan SSY yang lain ada di Boja, Masiran, sebelum Semarang."
  • TEMANGGUNG: "Saya pernah beberapa kali didatangi mereka, bahkan saya pernah tinggal di rumah salah satu penatua mereka pada waktu saya pelayanan di Jakarta. Pada waktu berdebat, sungguh sulit untuk menyampaikan kebenaran pada mereka. Sungguh memberitakan Injil kepada para SSY semacam ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan." (Pdt. Petrus)
  • MAGELANG: "Saya sudah belajar tentang SSY di Sekolah Teologia, namun lewat Bedah Film ITNOJ ini saya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas dan lebih dalam tentang gerakan SSY. Film dokumenter ini sangat lengkap, jadi sangat menolong untuk kami semua".
  • SALATIGA: "Bedah film ITNOJ sangat baik, pak. Dan sangat penting bagi gereja-gereja. Apa Bp bersedia untuk mengadakan acara serupa di gereja-gereja lain di Salatiga?"
  • SALATIGA: "Di Salatiga, SSY mengadakan pertemuan dengan menyebarkan undangan ke masyarakat sekitar (termasuk yang non-Kristen) untuk menghadiri pertemuan pertunjukkan tentang Yesus. Gerak mereka sangat agresif, dikuatirkan aktifitas semacam ini akan membawa side effect terhadap gereja karena mereka bergerak atas nama Kristen".
  • JAKARTA: "Saudara saya menjadi aktifis SSY karena pada waktu mereka mengalami kesusahan dan datang ke gereja tapi gereja tidak memberikan pertolongan. Sebaliknya pertolongan datang dari SSY. Jadi mereka sekarang membutakan mata dari kebenaran-kebenaran yang ada".
  • PALEMBANG: "28 tahun saya terlibat di dalam pengajaran SSY. Kalau sekarang saya bisa terlepas dari SSY, sungguh itu hanya oleh anugerah Tuhan". (Peter Rondeel)
  • BATAM: Banyak sepupu saya yang terlibat sebagai pengikut SSY. Saya pernah diajak untuk mempelajari ajaran SSY dan saya mengikutinya selama 6 bulan sampai saya merasa ada yang salah dengan ajaran tsb, dan saya meninggalkannya. (Pdt. Boyke).
  • BATAM: Pada waktu Pak Heru bertanya kepada jemaat, siapa yang pernah dikunjungi/berdebat dengan SSY, saya sungguh terkejut melihat begitu banyak jemaat yang mengangkat tangan (sekitar 60% dari 1000 jemaat yang hadir). Selama ini kami hanya tahu 1 pusat SSY di Batam (di dekat Muka Kuning), tetapi saya tidak pernah menyangka gerakan mereka begitu meluas. (Pdt. Filemon).

Tanggapan dari Bp. Heru: Memang pergerakan SSY ini ibarat fenomena gunung es, jauh lebih serius dari apa yang saudara bayangkan. Hanya sedikit yang kelihatan, yang tidak kelihatan jauh lebih besar lagi karena gerakan SSY tidak membangun gedung-gedung gereja yang megah dan menyolok, melainkan gerakan massa berbasis jemaat dari rumah ke rumah sehingga banyak pimpinan gereja yang tidak mewaspadainya.

  • MADIUN : Saya pernah ikut mempelajari ajaran SSY, ketika mengetahui bahwa mereka mengajarkan untuk tidak mengakui struktur pemerintahan di bumi, tidak menghormati bendera nasional, tidak merayakan hari raya nasional, tidak memberikan suara dalam Pemilu dan menolak terlibat dalam militer, saya mengambil keputusan meninggalkan ajaran yang aneh ini. (Pdt.).
  • MADIUN: Saya pernah berdebat dengan SSY, saya bertanya apa pandangan mereka tentang neraka? SSY tsb mengajak saya ke kuburan dan berkata itulah neraka (ajaran SSY memang tidak mempercayai adanya neraka & penghukuman kekal). Bagi mereka, orang-orang yang tidak diselamatkan akan dilenyapkan (dimusnahkan). Jadi bagi SSY, kuburan itulah neraka. (Pdt.).
  • MAGELANG: Saya baru saja bertunangan dengan seorang pemuda dari Eropa dan sedang mempersiapkan pernikahan. Rencananya setelah menikah, kami akan tinggal di New Zealand (luar negeri). Pada awalnya dia memperkenalkan diri sebagai orang Kristen, tapi ternyata dia pengikut SSY. Sementara ini dia mau ikut saya ke gereja. Tapi setelah mendengar penjelasan Bp, apa yang harus saya lakukan?

Tanggapan dari Bp. Heru : Pernikahan adalah hal yang kudus dihadapan Tuhan, sekali untuk selamanya, tidak bisa dibuat main-main. Kalau si dia sekarang mau ke gereja, mungkin itu hanyalah strategi karena dia belum mendapatkan anda. Tapi kalau dia belum sungguh-sungguh lahir baru, seringkali jati dirinya yang sesungguhnya akan nampak setelah pernikahan dan pada waktu itu sudah terlambat untuk mundur. Kita tidak bisa berjudi dengan keselamatan karena terlalu mahal taruhannya. Jadi nasehat saya, tunda dulu pernikahan sampai dia benar-benar lahir baru atau putuskan hubungan sebelum anda sendiri terseret dan terhilang.

  • PALEMBANG: Pusat SSY ada di dekat rumah saya, saya dan cicik (kakak perempuan) pernah diajak sepupu saya untuk mengikuti ajaran SSY selama bertahun-tahun sampai suatu kali saya diajak mengikuti Sekolah Minggu di GSJA Maranatha. Karena saya menyukai ajaran di Sekolah Minggu tersebut, akhirnya saya tinggalkan SSY dan saya menemukan kebenaran didalam Yesus Kristus Tuhan. (FF, salah seorang staff fulltimer GSJA Maranatha-Palembang).
  • BANGKA: Salah satu pusat SSY di Bangka ada di _________________, mereka sangat aktif bergerak dari rumah ke rumah dan sayang sekali banyak pimpinan gereja yang belum memahami ajaran SSY yang bertentangan dengan ke Kristenan pada umumnya. Jadi kamisangat menyambut baik Bedah Film In The Name of Jehovah ini. Sayang sekali karena dilaksanakan pada hari Sabtu, jaid tidak banyak pendeta yang bisa mengikutinya. Jadi kalau bisa, Bp. Heru datang lagi untuk mengadakan seminar tentang SSY se kota , sekaligus mengangkat permasalahan-permasalahan Pro-Life (Gerakan Anti Aborsi). Kami akan berkoordinasi dengan gereja-gereja untuk mengadakannya.

Tanggapan dari Bp. Heru : Kalau memang diperlukan, kami akan coba untuk melayani kembali sekitar akhir Agustus awal September 2008.

  • JAKARTA : Lokasi GPdI Ujung Menteng ini berdekatan dengan Balai Kerajaan SSY dan ada banyak jemaat (60%) yang telah dikunjungi dan diajak berdiskusi tentang ajaran SSY, mereka aktif membagikan literatur, majalah, traktat, serat Alkitab SSY. Seorang jemaat menyerahkan Alkitab SSY ke gereja karena ketakutan. (pekerja gereja)
  • JAKARTA : Anak saya bersekolah di sebuah sekolah Kristen, tetapi ternyata salah seorang gurunya adalah pengikut SSY. Si guru kadang-kadang menyisipkan ajaran SSY pada saat mengajar, disamping itu si guru tsb juga memberikan les Bahasa Inggris di rumah bagi murid-murid yang perlu tambahan belajar, sehingga otomatis guru tsb punya lebih banyak kesempatan untuk menyebarluaskan ajarannya. Apa yang harus saya perbuat untuk melindungi anak saya?

Tanggapan dari Bp. Heru: Militansi dari SSY membuat mereka memanfaatkan setiap profesi kerja dan kesempatan untuk menyebarluaskan ajarannya termasuk profesi guru semacam ini. Mungkin yang bisa dilakukan adalah melaporkan hal ini pada Kepala Sekolah yang berwenang dan meminta guru pengganti. Pengaruh SSY sulit dibendung karena mereka bergerak dengan mengatasnamakan diri sebagai Kristen.

  • JAKARTA: Materi yang diberikan sangat menarik dan membuat kami mengerti bagaimana menghadapi SSY, sayang waktunya terbatas, seharusnya bisa lebih detail dibahas dalam 2-3 session (GKY Citra).
  • JAKARTA: Sudah lama saya mengikuti pertemuan-pertemuan SSY sekitar 11 tahun. Sebetulnya saya tahu mereka tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan tidak percaya Tritunggal. Tetapi yang menarik perhatian saya adalah keramah-tamahan, sopan santun, kasih persaudaraan dan tertib hidup mereka; dimana hal-hal semacam ini jarang saya temukan dalam gereja. Sebagai contoh: Dalam pertemuan-pertemuan massal yang mereka adakan (Mis: di Senayan), selesai acara kita tidka akan melihat sampah berserakan karena mereka sudah dilatih untuk membuang sampah pada tempatnya, di lapangan parkir-pun mereka akan memarkir kendaraan mereka dengan rapi walaupun tidak ada yang mengatur, dan pada waktu selesai acara mereka akan keluar satu per-satu dengan tertib. Itulah yang membuat saya betah disana (Rudy-jemaat GKY).
  • JAKARTA: Ini presentasi yang luar biasa, membuat mata jemaat untuk mengerti tentang gerakan dan ajaran SSY serta mengajar kami semua untuk mengetahui cara menghadapi SSY, tidak ketakutan seperti dulu. Yang mengagumkan dari kehidupan pengikut SSY adalah kasih persaudaraan mereka. Mereka mau hidup saling tolong menolong. Jika ada seorang dari mereka yang jauh dari sanak famili, menderita sakit, maka saudara yang lain dengan senang hati akan menolong untuk menjaga di Rumah sakit, dan yang lain bahkan dengan sukarela menyucikan pakaian si sakit. Hal semacam ini tidak pernah saya lihat terjadi didalam gereja.
  • PALEMBANG : Lewat presentasi ini mata saya sebagai hamba Tuhan tercelik melihat kesalahan gereja karena kami selama ini hanya melakukan penginjilan dalam bentuk seminar, konser dan KKR, dengan harapan orang-orang non-Kristen datang ke gereja. Sementara SSY menggerakkan semua pengikutnya untuk berjalan dari rumah ke rumah. Saya sadar bahwa gereja harus mengubah strategi penginjilan dan mengimbangi SSY dengan cara melatih jemaat untuk melakukan penginjilan dari rumah ke rumah. Saya akan segera mengajak rekan-rekan saya, pimpinan gereja-gereja lain untuk menyusun strategi penginjilan dari rumah ke rumah ini bersama-sama. Doakanlah saya (Pdt. Sry).
  • SURABAYA: Pada bulan Januari lalu, ketika saya menerima penawaran seminar SSY dari NAT, terus terang ketika kami bicarakan dengan majelis gereja, kami tidak tertarik untuk mengangkat topik ini ke tengah jemaat karena jemaat telah diberitahu bahwa ajaran SSY adalah ajaran sesat dan telah diajarkan untuk menolak SSY yang datang ke rumah mereka. Tapi 2 minggu terakhir ini, saya sendiri (pendeta-nya) diteror oleh pengikut SSY melalui email. Hal ini membuka mata saya untuk melihat bahwa teologia "usir dan tutup pintu" terhadap SSY tidak efektif lagi. Karena sekarang mereka juga bekerja lewat teknologi internet dan email. Mau tidak mau pemahaman terhadap ajaran dan cara menghadapi SSY harus diajarkan pada jemaat, khususnya kaum mudah yang senang diajak berdebat (Pdt. Mhm).

 

Seminar Aborsi

  • "Saya seorang bidan Nasrani dan bekerja di klinik. Saya diwajibkan untuk melakukan pemasangan IUD. Apa yang ha rus saya lkukan? Jika tunduk pada pemerintah, berarti saya sudah melanggar hukum Tuhan dan menjadi seorang pembunuh. Sebaliknya kalau saya menolak pemerintah karena mentaati Firman Tuhan, saya bisa kehilangan pekerjaan.
  • Pro-life : Sifra dan Pua adalah 2 orang bidan yang berani menolak perintah Raja Firaun untuk membunuh bayi-bayi Israel seperti tertulis di Kel. 1: 15-17. Karena mereka tidak mau menjadi pembunuh dihadapan Tuhan, perbuatan mereka menyukakan hati Tuhan dan Tuhan memberkati hidup mereka dan membuat mereka berumah tangga. Menolak perintah Raja Firaun dalam konteks masa kini tidak harus dilakukan secara terbuka, tetapi bisa disiasati dengan pemasangan alat kontrasepsi yang aman dari sudut pandang ke Kristenan.

 

  • Mengapa dalam proses sterilisasi selalu kaum wanita yang dikorbankan, dan bukan kaum pria?
  • Pro-life : Berbicara soal sterilisasi, ada 2 macam yaitu tubektomi untuk wanita, dan vasektomi untuk pria. Secara media, berdasarkan anatomi organ seksual wanita dan pria, sebenarnya vasektomi lebih mudah dilakukan, lebih murah biayanya dan prosesnya lebih cepat (sekitar 15 menit). Tapi pada umumnya pria lebih takut menghadapi kesakitan dan juga lebih suka menang sendiri. (Dr. Budi)

 

  • Banyak pria yang bertanya apakah vasektomi tidak mengurangi kepuasan seksual?
  • Pro-life : Itu hanya mitos yang berkembang ditengah masyarakat, itu tidak benar. Dalam hal ini saya sudah membuktikannya. Tidak ada masalah jika pria yang di vasektomi. (SS)

 

  • Pak, apakah Seminar Aborsi semacam ini bisa diadakan di SMP dan SMU?
  • Pro-life : Bisa, tapi tentu saja tidak mungkin kalau kami sendiri yang melakukannya terus menerus. Jadi perlu adanya pelatihan bagi penyukuh-penyukuh lokal.

 

  • Seminar Aborsi semacam ini apa bisa diadakan di daerah-daerah Pantura (Jateng ) seerti Demak, Kudus, Pati, Rembang dan sekitarnya? Apa team Pro-life bersedia melayani kesana? Bagaimana jika kami tidak sanggup membiayai?
  • Pro-life : Kami bersedia melayani asalkan waktunya cocok. Tentang biaya, jika Tuhan ijinkan, Tuhan juga yang akan sediakan lewat anak-anak Nya (Jehovah Jireh).

 

  • Sewaktu melayani retreat pekerja lintas budaya di Salatiga seorang pemudi mendatangi kami berkata "Pak saya kaget sekali kok foto diri saya ada dalam presentasi Pro-Life tadi. Saya memang mantan pasien Rumah Kehidupan Surabaya generasi pertama pak. Puji Tuhan! Sekarang saya telah melayani di Pesat Lampung."

 

Seminar Media.

  • "Inilah jaman yang disebut jaman edan dimana orang lebih banyak memasukkan sampah kedalam rumah daripada membuangnya keluar. Itulah sampah informasi yang merusak pikiran dan rohani manusia yang masuk lewat teknologi komunikasi dan media, khususnya lewat Televisi, Play Station dan Komputer".
  • JAKARTA : Keluhan orang tua (khususnya para ibu) tentang kesukaan anak-anak dalam menonton TV, bermain playstation atau komputer dan internet yang berlebihan sehingga mereka melupakan banyak tugas yang lain. Dan kesibukan orang tua, seringkali tidak punya cukup waktu untuk mengawasi apa saja yang ditonton oleh anak-anak mereka (GSJA Jelambar)


(NAFIRI ALLAH TERAKHIR)
Cetak | Telah dibaca 1091 kali
 

Lihat seluruh berita

+ Cara Belanja
+ Biaya Pengiriman
+ Cara Pembayaran
+ Cara Pendaftaran Anggota
+ Keuntungan Menjadi Anggota
+ FAQ
+ Kontak Kami

Jika mengalami kesulitan
atau mempunyai pertanyaan,
hubungi kami di
+62 31 523-8025
(selama jam kantor)
atau klik ikon YM di atas ini.
Hatiku siap, ya Allah, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku ÃÆââ‚

Mazmur 108:1

BAGAIMANAKAH WAJAH SITUS B2B YANG BARU INI?
 
BAGUS SEKALI
LUMAYAN
TIDAK BERBEDA DENGAN YANG LAMA
 
PRODUKNYA SANGAT BERVARIASI BAGI SAYA

SISKA KARLINDA
STAF KEUANGAN


Situs ini telah dikunjungi sebanyak 934.610 kali

Copyright 2006 - Blessed2Blessed - All Rights Reserved
Jl. Kedungdoro 82E, Surabaya 60251, Indonesia - Telp : +62 31 523-8025 - Fax : +62 31 523-8025 - HP : +62 8175-2908-02 - Email : b2b@mitra.net.id
Supported by MitraNet Indonesia| Designed & Programmed by Nehemia Sugianto